Buah Matoa
Salah satu buah yang patut diperkenalkan secara luas sehingga dapat menjadi salah satu idola masyarakat. Mengapa saya bilang perlu diperkenalkan?
Ya ternyata sebagian besar masyarakat kita yang tingga di Indonesia masih belum mengenalnya. Termasuk saya sendiri pada awalnya. Melihat buah ini di super market, dan ketika itu sudah dalam kemasan isi saja, awalnya saya menduga itu adalah buah leci tetapi setelah membaca labelnya ternyata adalah buah matoa.
Contoh lain adalah ketika mengikuti seminar di Fakultas Pertanian beberapa teman dari Sulawesi, Sumatera bahkan dari Jawa masih bertanya – seperti apa sih buah matoa itu – ketika melewati pohon bertuliskan pohon matoa di halaman kampus.
- Buah Matoa
- Daging buah matoa
Buah Matoa konon buah khas asli Papua, tetapi ternyata juga tumbuh di Sulawesi Utara, Jawa dan mungkin beberapa tempat lain di nusantara yang belum sempat dilaporkan. Buah ini merupakan buah musiman yang berbuah pada bulan September – Oktober. Pohon matoa tumbuh tinggi, dan kayu nya bisa untuk mebel atau kusen – kusen rumah, namun ada yang melaporkan cabang kayu pohon matoa yang belum terlalu besar agak getas mudah patah.
Bentuk buahnya lonjong, berkulit agak keras, yang masih mudah berwarna hijau dan yang tua merah kecoklatan. Bagian dalam berisi daging buah matoa berwarna putih agak kekuningan mirip buah rambutan. Mempunyai biji yang besar berwarna kecoklatan, mirip biji kelengkeng tapi lebih besar. Rasa buah ini manis seperti buah rambutan atau buah kelengkeng bahkan ada ras campuran rambutan dan durian.
Saya setuju bahwa buah matoa enak rasanya. Anda mau coba, silahkan buktikan.
Sumber:
http://matoa.org/2008/11/panen-matoa/
http://prastowo.staff.ugm.ac.id/?modul=baca&dir=harian&artikel=5EEC41506564







